Selasa, Januari 05, 2010

Dimana Dia Berada

Sudah sejak lama saat ruang itu ditinggalkan penghuninya. Aku sempat berlama-lama berselancar di ruangannya. Ruang yang digunakan pemiliknya sebagai sebuah tempat berekspresi menorehkan semua kebisaannya dalam mengotak atik tampilan ruang tersebut sehingga sedap dipandang mata dan mengisinya dengan berbagai macam informasi yang berguna.

Dari ruang tersebut pemiliknya sempat menyabet penghargaan dari kontes mempermak ruangan curahan hati pribadi. Aku tidak tahu persisnya apa. Tapi dari informasi yang mampir di telingaku, begitulah kira-kira. Sebuah kebanggaan dan pencapaian yang patut diacungi dua jempol.

Bagi ku pribadi, ruangan itu lah yang menghantarkan ku mengenalnya lebih dekat. Ada nuansa kesederhanaan, teduh, nyaman, dan sikap rendah hati terpancar jelas dari pribadi si pemilik. Ternyata apa yang ku tangkap tak berbeda dengan aslinya. Dia adalah sosok lelaki yang pernah ku kagumi, meski ia juga memiliki kekurangan layaknya manusia lainnya. Aku masih ingat betul bagaimana ia dengan bangganya menunjukkan kebolehannya mengubah ruangan tersebut. Dan aku sengaja menjawabnya datar, ”biasa aja pun”, sambil cekikikan dalam hati. Mungkin sampai hari ini dia tidak tahu bahwa aku sangat mengapresiasi apa yang ia lakukan. Selama waktu itu, entah berapa kali ia meng-make over ruangannya.

Dari ruangannya aku terinspirasi untuk menulis, membaca, bergaul dengan orang-orang yang ada di dunia maya, bahkan aku terdorong untuk mencetak prestasi seperti yang ia lakukan. Tentunya dari ruangan milikku, ruangan yang ia ciptakan untukku.

Namun sekarang, ruangan itu kusam. Tak terurus, tidak up to date, ketinggalan dari zaman yang terus berlari kencang. Informasi yang ada pun usang termakan usia. Ruangan itu ditinggal begitu saja oleh sang pemilik. Kemana dia? Kemana orang yang menginspirasi banyak orang dengan tulisannya. Dan aku tidak sendiri mencari-cari keberadaannya. Begitu banyak pesan dari teman-temannya atau sekedar pengagum keahliannya yang merasa kehilangan. Coverboy di dunia maya, begitu klaim mu. Aneh jika ia meninggalkan sesuatu yang sangat ia sayangi. Lebih dari apapun. Ia tahan berlama-lama dihadapan kotak ajaib. Lebih tahan ketimbang menghabiskan waktu dengan orang terkasihnya, mungkin.

Pertanyaan ku tentang keberadaannya ku harap tidak diinterpretasikan macam-macam. Apa yang pernah kami jalani dulu biarlah hanya jadi cerita masa lalu. Tapi jika aku boleh mengutip sebait syair lagu Lyla ”aku lah serpihan kisah masa lalumu/ yang sekedar ingin tahu keadaanmu//”. Ku harap kau baik-baik saja. Aku menunggu kehadiranmu di ruangan itu. Dengan segenap prestasi dan kebolehanmu.

Rabu, Juni 17, 2009

pernikahan ?

Pernikahan adalah separuh agama. Agama mendoktrin seperti itu. Sementara ada juga yang menikah hanya karena dituntut budaya di masyarakat. Rong-rongan keluarga agar tidak dicap sebagai perawan tua, atau bujang lapuk membuat pendirian runtuh. Adapula yang terpaksa menikah karena keadaan. Janin yang terlebih dahulu ada sebelum waktunya, menjadi pemicu. Namun ada banyak pasangan menikah karena mereka merasa bahwa mereka tidak bisa hidup tanpa pasangannya. Kedua orang ini menilai bahwa Tuhan telah menciptakan mereka untuk bersama selamanya.

Saat itulah kedua orang ini sepakat mengedepankan utuhnya ikatan tersebut. Mengedepankan toleransi, menghormati perbedaan2 yang mereka miliki.

Hari ini aku menyaksikan kedua peristiawa tersebut. Ada satu pasangan yang baru saja menikah karena cinta. Mereka bahagia. Dan ada satu pasangan lainnya yang pernikahan mereka segenting waduk2 yang ada di daerah Tangerang. mereka seakan melupakan apa yang pernah terucap di hadapan Tuhan dan dihadapan seluruh keluarganya.

Aku diliputi rasa bimbang. Apa pernikahan serumit itu. Apa masalah yang dihadapi sepasang suami isteri sangat pelik. Apa nasehat dari buku-buku pernikahan tidak sesederhana yang kenyataan yang harus dihadapi. Apa kata-kata mutiara penyejuk jiwa dari para ulama tidak bisa membuat angka perceraian menurun?

Rasanya ingin pergi, menjauh, menyendiri. Berkontemplasi. Mencari jati diri. Agar aku mampu menghadapi semua. Tegar. Kembali seperti seorang rafikah yang dulu.

Sabtu, Mei 09, 2009

hanyalah....

aku ini manusia biasa
aku bukan wonder woman,
terkadang aku menangis, meraung, dan putus asa

aku ini seorang anak
aku juga ingin disayang
aku tidak ingin menjadi korban diskriminasi orang tuaku

aku ini hanyalah seorang perempuan
dengan banyak dosa dan kesalahan
aku hanya ingin mereka tahu, aku juga punya sisi sensitif

dibalik senyum dan tawaku, aku lemah....

Kamis, Januari 29, 2009

bored

AKU BOSAAAAAAAAAAAAAN
bosan sebosan-bosannya

Rabu, November 12, 2008

Belum terlambat

Di pangkuan hati impian hidupku
Tak pernah ku tahu ada sesuatu
Di dalam jiwamu membahagikan diriku
Betapa ku sungguh tak menyadari itu

Apakah cinta yan membahagiakanmu
Sesuatu yang ingin ku miliki

Belumlah terlambat untuk mengerti
Dan belumlah terlambat untuk menumbuhkan cintaku
Selama hidup sepanjang usiaku
Tak sekalipun pernah ku menyentuh wujudnya

Membayangkan itu aku pun mencoba
Mengerti sedikit tentang perasaan itu
Pernah terkaburkan oleh pilu kepedihan
Mungkin aku salah mengartikan itu semua

Belumlah terlambat untuk mengerti
Dan belumlah terlambat untuk menumbuhkan cintaku
Selama hidup sepanjang usiaku
Tak sekalipun pernah ku menyentuh wujudnya